Sabtu, 10 Maret 2012

MENGENAL JENIS BUAH MERAH

jenis Buah merah
Buah yang sudah terkenal sampai ke  mancanegara. Wisatawan asing yang berkunjung ke Wamena  Papua saat akan pulang tak lupa membeli  Sari Buah Merah sebagai oleh-oleh. Sampai  detik ini harga minyak buah merah cendrung setabil bahkan lambat laun mengalami kenaikan harga, seiring mengikuti perkembangan ekonom. 

MENGENAL  JENIS BUAH MERAH
Kultivar buah merah dibedakan berdasarkan ukuran buah, warna buah, dan bentuk buah. Kultivar yang dikenal antara lain adalah kultivar merah pendek, merah coklat, merah sedang, merah panjang, kuning panjang, dan kuning pendek (Sadsoeitoeboen 2003; Limbongan dan Uhi 2005). Umumnya tanaman berumur hingga 10 tahun, berbuah pada umur 3-5 tahun, dan umur buah sampai panen 3-4 bulan. Tanaman tumbuh mengelompok dengan kerapatan 12-30 individu setiap rumpun. 

Tanaman buah merah memiliki akar tunjang 0,20-3,50 m, lingkar akar 6-20 cm, berwarna coklat dengan bercak putih, bentuk bulat, dan permukaan berduri. Jumlah akar dalam satu rumpun berkisar antara 11-97. Lingkar batang utama berkisar antara 20-40 cm, tinggi tanaman 2-3,50 m. Batang berwarna coklat dengan bercak putih, berbentuk bulat, berkas pembuluh tidak tampak jelas, keras, arah tumbuh vertikal atau tegak, jumlah percabangan 2-4, dan permukaan berduri. Daun berukuran 96 cm x 9,30 cm sampai 323 cm x 15 cm. Ujung daun bertusuk (micronate), pangkal merompong (cut off), tepi daun dan bagian bawah tulang daun berduri.
Komposisi daun tunggal dengan susunan daun berseling (alternate). Daun lentur, berwarna hijau tua, pola pertulangan daun sejajar, tanpa tangkai daun (sessile), dan tidak beraroma. Bunga menyerupai bunga nangka dengan warna kemerahan. Buah berukuran panjang 68- 110 cm, diameter 10-15 cm, berbentuk silindris, ujung menumpul, dan pangkal menjantung. Saat masih muda, buah berwarna merah pucat, dan berubah menjadi merah bata saat tua. 

Ada tiga jenis buah merah unggul, yaitu buah merah Mbarugum, Maler, dan Magari. Beberapa kriteria buah merah unggul yaitu:
1) jumlah buah 5-10 butir/rumpun,
2) empulur lunak,
3) ukuran buah besar (diameter 10-15 cm) dan panjang (60-110 cm),
4) hasil sari (minyak) tinggi, rata-rata 120 ml/kg buah,
5) jumlah anakan banyak, yaitu 5-10 anakan/rumpun, dan
6) jumlah akar tunjang banyak, yaitu 11-97 akar/rumpun,sehingga mampu memasok hara lebih banyak, menyerap oksigen dari udara, dan memperkokoh tanaman berdiri tegak (Lebang dkk., 2004).

4. Habitat dan Penyebaran
Tanaman buah merah banyak ditemukan di daerah Papua, Papua Nugini. dan secara sporadik mulai ditanam di beberapa daerah seperti Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera Tanaman ini dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian 2.500 m dari permukaan laut (dpl), dengan kesuburan tanah rendah, asam sampai agak asam (pH 4,30- 5,30), dengan naungan 0-15%, dan tumbuh berkelompok di sekitar aliran sungai (Nainggolan, 2001; Hadad dkk., 2005).
5. Kegunaan di masyarakat
Buah merah digunakan oleh masyarakat sebagai penyedap makanan yang bernilai gizi tinggi karena mengandung beta-karoten, pewarna alami yang tidak mengandung logam berat dan mikroorganisme berbahaya. Selain itu buah merah difungsikan sebagai penunjang makanan pokok sehari-hari, dan obat berbagai penyakit yaitu kanker, HIV, malaria, kolesterol, diabetes melitus, asam urat dan osteoporosis. Ampas buah merah dapat pula dimanfaatkan sebagai pakan unggas sedangkan bagian akarnya dapat dibuat tali, pengikat dan tikar kemudian batangnya sebagai papan rumah (Moeljopawiro dkk., 2007a; Limbongan dan Malik, 2009).

5. Kandungan Kimia
Kandungan kimia minyak buah merah (Pandanus conoideus Lam.) yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah sebagai berikut
Kandungan kimia
Nilai (per 100 g minyak)
Kandungan kimia
Nilai (per 100 g minyak)
Lipid
94,2 g
a-karoten
130 µg
Asam palmitat
19,7%
β -karotene
1.980 µg
Asam oleat
64,9%
β -cryptoxanthin
1.460 µg
Asam linoleat
8,6%
Vit E (a-tocopherol)
21,2 mg
karbohidrat
5,1 g
sodium
3 mg
( Waspodo dan Nishigaki, 2007)

6. Penelitian Antikanker
Sari buah merah memiliki efek antikanker pada sel kanker rahim, payudara (sel T47D), sel kanker usus besar (sel CC531) dimana efek pada sel kanker rahim dan sel kanker usus besar lebih besar dari pada sel kanker payudara. IC50 sari buah merah pada sel kanker usus besar adalah 200 ppm sedangkan pada sel kanker payudara adalah 600 ppm. Aktivitas antikanker dari sari buah merah ini ternyata lebih besar dibandingkan agen kemoterapi doksorubisin. Hal ini ditunjukan melalui penelitian ekstrak metanol buah merah jenis Mbarugum dan ekstrak kloroform buah merah jenis Maler yang lebih bersifat sitotoksik pada sel kanker payudara T47D dibandingkan doksorubisin dan struktur senyawa bioaktif pada ekstrak tersebut adalah hexadecanoic acid dan 9-octadecanoic acid

Mekanisme yang memperantarai efek sitotoksik sari buah merah ini adalah apoptosis. Selain efek sitotoksik, efek antiproliferatif juga ditunjukan melalui uji doubling time pada jam ke 0, 24, 48 dan 72. Potensi antiproliferatif ini menggambarkan terjadinya penghambatan pertumbuhan sel kanker oleh sari buah merah (Moeljoprawiro dkk., 2007a; Moeljoprawiro dkk., 2007b)

Penelitian secara in vivo melalui pengamatan histologi paru-paru tikus terinduksi dimetilbenz(a)antrasen (DMBA) menunjukan bahwa sari buah merah memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan kanker pada dosis 0,21 mL/ 200 g BB sedangkan pada dosis yang lebih tinggi terjadi peningkatan pertumbuhan tumor. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh tingginya kadar β-karoten dalam sari buah merah, sehingga meningkatkan terjadinya kerusakan jaringan dan pertumbuhan tumor pada paru-paru. 

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh β-karoten terhadap pertumbuhan tumor paru-paru yang diuji pada musang, dinyatakan bahwa pemberian β-karoten pada dosis tinggi (2,4 mg/kgBB per hari) selama enam bulan dapat menyebabkan perkembangan proliferasi sel alveolar dan metaplasia keratinisasi skuamosa (Wolf, 2002; Munim dkk., 2006).

Kandungan sari buah merah yang memiliki aktivitas antikanker adalah β -cryptoxanthin yang merupakan provitamin A. Jenis karotenoid lain seperti a -karoten dan β-karoten ternyata tidak mempengaruhi pertunbuhan sel kanker bahkan β-karoten pada dosis tinggi meningkatkan mortalitas penderita kanker paru-paru di USA jika dibandingkan dengan penderita kanker paru-paru yang tidak diberi β-karotene dan vitamin A sintetik (Waspodo dan Nishigaki, 2007).

Pengujian minyak buah merah pada sel A549 (sel kanker paru) menunjukan bahwa pada konsentrasi lebih besar dari 500 mg/ mL terjadi penghambatan pertumbuhan sel A549.  Dari 500 mg minyak buah merah tersebut terkandung 0,015 µg β-cryptoxanthin sehingga konsentrasi β -cryptoxanthin yang relatif kecil telah mampu menghambat pertumbuhan sel kanker paru dan hal ini diperkuat dengan uji klinis terhadap 18.244 pria Shanghai yang merokok. Pada pengujian tersebut diketahui bahwa peningkatan kadar β-cryptoxanthin pada darah menurunkan insiden kanker paru sedangkan mikronutrien lainnya seperti a -carotene, β-carotene, vitamin E tidak berpengaruh pada insiden kanker paru pada perokok (Waspodo dan Nishigaki, 2007).

Penelitian β-cryptoxanthin dari kulit jeruk pada sel kanker hati ternyata membuktikan kemampuannya sebagai antikanker pada jenis kanker lainnya, selain kanker paru. Berdasarkan mekanisme aksi karotenoid sebagai nutrien pada Retinoic Acid Receptors (RARs) maka dimungkinkan β-cryptoxanthin bekerja melalui jalur RARs yang mempengaruhi berbagai faktor transkripsi gen baik pada kanker paru maupun pada jenis kanker lainnya (Waspodo dan Nishigaki, 2007).

Kandungan asam lemak yang mencapai 94% dari minyak buah merah telah terbukti mirip dengan komposisi asam lemak dari hewan dibandingkan komposisi asam lemak dari tumbuhan. Jenis asam lemak tersebut tidak termasuk dalam gologan asam lemak trans sehingga minyak buah merah tidak akan menyebabkan obesitas, atherosklerosis, diabetes mellitus dan kanker payudara (Waspodo dan Nishigaki, 2007).

Memang minyak sari buah merah sangat  membantu menyembuhkan penyakit berat maupun ringan dengan catatan, selama buah yang diambil dari  buah yang berkualitas dan diolah tanpa campuran.

Terimakasih atas kepercayaan  Anda yang telah mengunakan prodak kami. Melalui usaha yang sederhana ini kami Home Industri Buah Merah Wamena Papua selalu berupaya  memberikan yang terbaik,  baik mutu maupun kualitas.

Kamis, 01 Maret 2012

TERBUKTI BUAH MERAH BERKHASIAT

Bukti khasiat buah merah

Buah merah tumbuh Endemik  di pedalaman Papua, tanaman obat alami asal Papua ini sangat terkenl. Anggota famili Pandanaceae itu menjadi primadona dan mencapai urutan teratas herbal Indonesia. Pasien dengan beragam penyakit sebut saja  kanker, hipertensi, hepatitis, dan diabetes mellitus akhirnya sembuh setelah rutin mengkonsumsi minyak buah merah dari Wamena Papua. Apalagi saat kesehatan Agustina Saweri, penderita HIV/AIDS, yang terus membaik setelah minum buah merah, popularitasnya kian berkibar.

Hal hasil, buah merah menjadi primadona. Sembuhnya banyak pasien berkat buah merah saat itu memang baru sebatas bukti empiris. Itulah yang memacu  para peneliti untuk membuktikan kemujaraban buah pandan kaya antioksidan. Pada dua tahun terakhir, berbagai lembaga di tanahair dan mancanegara mengungkap keampuhan buah merah mengatasi beragam penyakit. Mereka mengujinya melalui riset praklinis baik in vitro maupun in vivo.

Hasilnya? Memang buah merah terbukti secara mengejutkan mampu mengatasi penyakit degeneratif seperti kanker dan tumor. Dengan demikian, buah merah bukan sekadar suplemen yang hanya dibuktikan secara turun-temurun dalam 3 generasi. Ia naik tingkat sebagai obat herbal terstandar. Meski demikian, ada juga klaim yang tak terbukti. Contoh, sebuah riset menunjukkan buah merah tak terbukti antiinflamasi (hal seperti ini biasa dalam dunia bisnis kali Yaa..). Inilah serangkaian riset terbaru yang mengungkap khasiat si buah emas dari Papua.

Hepatoprotektor
Inilah 3 serangkai peneliti Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Indriati Pramodo Harahap, Sri Widia A.J, dan Kristina Simanjuntak. Mereka meneliti kemampuan buah merah sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati. Mula-mula mereka meracuni tikus-sebagai hewan percobaan-dengan karbon tetraklorida. Racun itu penyebab nekrosis dan merusak sel hati. Setelah itu diberi minyak buah merah. Hasilnya? Buah merah terbukti ampuh sebagai hepatoprotektor.

Tumor payudara
Hening Pujasari dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia serta Puspita Eka Wuyung dan Ria Kodriah, keduanya peneliti Departemen Patologi Anatomi Universitas Indonesia meneliti efek pemberian minyak buah merah terhadap pertumbuhan in vivo tumor kelenjar susu mencit. Uji in vivo itu melibatkan 40 mencit strain C3H yang menderita tumor kelenjar susu. Mereka membuktikan buah merah menurunkan aktivitas proliferasi atau pembiakan sel tumor. Selain itu, aktivitas apoptosis juga cenderung meningkat walaupun tidak signifikan.

Kanker serviks
Hanya dalam 24 jam semua sel kanker serviks mati setelah ditetesi 0,25 mg/ml. Itu lebih efektif dibandingkan penggunaan doxorubicin, obat medis yang umum dipakai untuk mengatasi kanker yang butuh dosis 15 mikrogram/mililiter. Itulah hasil penelitian Thomas Anggara dan Iryanthi dari fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung. Dalam riset itu Iryanthi juga membuktikan minyak buah merah ampuh mengatasi sel kanker myeloma alias kanker darah.

Stres oksidatif
Parwati Abadi Sukarno dan kawan-kawan, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia juga meriset buah merah. Mereka membuktikan efek antioksidan buah merah belum cukup menghambat stres oksidatif dan karsinogenesis hati. Stres oksidatif, stres akibat pemberian bahan kimia tertentu seperti 2 asetilaminofluoren. Selain itu pemberian minyak buah merah tidak menginduksi karsinogenesis, tapi menginisiasi kerusakan sel hati akibat stres oksidatif.

Sri Widia A Jusman dan Rahmawati Ridwan dari Departemen Biokimia & Biologi Molekuler FKUI bekerja sama dengan Kiki Rezki A, Minarni, dan Mega AP dari Fakultas Biologi Universitas Nasional juga mengungkap khasiat buah merah. Mereka meneliti kemampuan buah merah mengatasi domba yang stres oksidatif. Stres oksidatif diukur dari kandungan malondialdehida (MDA), kandungan senyawa karbonil, pembentukan metHb, dan aktivitas enzim katalase. Ternyata minyak buah merah belum dapat menurunkan kadar MDA sel darah merah domba yang mengalami stres oksidatif. Minyak buah merah juga tidak dapat menurunkan senyawa karbonil dan metHb.

Kekebalan tubuh
Yudhi Handoko, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, membuktikan buah merah efektif sebagai pembangun sistem kekebalan tubuh. Sistem imun itu aktif bila berhasil 'memakan' antigen. Makrofag-sel daya tahan tubuh yang berfungsi memakan antigen seperti bakteri atau kuman-bisa diaktifkan oleh zat lain yang disebut Macrofag Activating Factor (MAF). Ia menggunakan 100 makrofag. Dengan dosis 0,25 mikrogram/mililiter mengaktifkan 70% makrofag dalam 10 menit. Hasil maksimal diperoleh dalam 60 menit. Saat itu 89% makrofag bisa aktif.

Anti inflamasi
Khasiat buah merah sebagai antiinflamasi dibuktikan oleh Ninik Mudjihartini dari Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta Yeremiah R Carmin dari fakultas Biologi Universitas Nasional. Riset mereka menunjukkan pemberian minyak buah merah belum mampu menghambat proses radang atau inflamasi.

Senyawa aktif
Periset mancanegara juga tertarik meriset buah merah. Dr Toshiaki Myokei Nishigaki, Pharm, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Shinsu meriset kandungan senyawa aktif dalam buah merah. Ia bekerja sama dengan Dr Ir Inggrid S Waspodo, MSc, dosen Universitas Indonesia. Buah merah mengandung 94% lemak, 5% protein, kadar air di bawah 1%, dan tidak mengandung abu alias rendahnya kadar mineral seperti kalsium. Warna merah pada buah merah berasal dari karotenoid, dengan senyawa utama betakaroten dan betakriptoxanthin, serta sedikit karoten.

Vitamin E daging buah pun 3 kali lebih tinggi ketimbang minyak zaitun yang hanya sebesar 7,6 mg/100 g. Kadar airnya kurang dari 1% menunjukkan rendahnya kandungan vitamin larut air seperti vitamin B dan vitamin C. Dari hasil penelitian juga ditemukan kandungan vitamin K1 yang larut lemak dan betasitosterol yang terkait dengan hormon wanita. Tingginya karotenoid dan betakriptoxanthin berfaedah menekan paru-paru dan menyembuhkan osteoporosis. Untuk membuktikannya dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Bisa dikatakan harga sari buah merah cendrung stabil, dipasaran per  250ml dibandrol kisaran Rp. 295.000,- atau ukuran jumbo 1 liter Rp. 775.000,- Apakah Anda berminat untuk mencoca ?   

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India